Penjaskes Community
RPP kelas XI Semester Gasal
Selasa, 06 Juli 2010
Senin, 05 Juli 2010
Senin, 02 November 2009
SEJARAH PERMAINAN BOLA VOLI
SEJARAH PERMAINAN BOLA VOLI
Permainan bola voli di Indonesia sudah dikenal sejak 1928. Diyakini bahwa permainan bola voli untuk kali pertama dibawa oleh guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan (HBS dan AMS). Namun pada waktu itu permainan bola voli belum populer di kalangan masyarakat. Pada zaman penjajahan, tentara Jepang juga banyak memberikan andil dalam memperkenalkan permainan bola voli kepada masyarakat.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, banyak bekas tentara angkatan perang Belanda yang menggabungkan diri ke dalam Kesatuan Tentara Republik Indonesia. Melalui merekalah Tentara Nasional Indonesia(TNI) ikut mempopulerkan permainan bola voli ke masyarakat.
Sejak PON II di Jakarta pada 1951 sampai sekarang, bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada 22 Januari 1955 di Jakarta diresmikan berdiri
nya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Pada waktu itu ditunjuk WJ Latumenten sebagai formatur untuk menyusun pengurus.
PBVSI disahkan oleh KOI (Komite Olahraga Indonesia) pada Maret 1955 sebagai induk organisasi bola voli tertinggi di Indonesia. Konggres pertama PBVSI dilaksanakan di Jakarta pada 28 - 30 Mei 1955. Pada konggres yang pertama itu dihadiri oleh 20 Persatuan Kota yang menggabungkan diri ke dalam PBVSI. Pada tahun itu pula PBVSI mendapat pengesahan sementara induk organisasi bola voli internasional (IVF) di Paris.
Perkembangan permainan bola voli di Indonesia semakin pesat terutama sejak persiapan menghadapi Asian Games IV dan Ganefo I di Jakarta. Hal ini terbukti dengan banyaknya klub bola voli dan kota besar sampai ke pelosok desa yang bermunculan. Pertandingan dan kejuaraan bola voli selalu diadakan pada setiap hari besar nasional. Pertandingan bola voli tingkat nasional kali pertama diadakan pada PON II di Jakarta, namun organisasi perbolavolian belum terbentuk.
Organisasi bola voli Indonesia terbentuk atas prakarsa Ikatan Bola Voli Surabaya (IBVOS) dan Persatuan Voli Indonesia Jakarta (PERVID). Mereka mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh olahraga yang salahsatu diantaranya adalah Dr. Aziz Saleh di Stadion Ikada pada 1954.
Pada 22 Januari 1955, formatur mengundang beberapa tokoh olahraga bola voli untuk mengadakan rapat menyusun pengurus dan organisasi bola voli Indonesia di Stadion Ikada. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa keputusan sbb:
1. Terbentuknya organisasi bola voli nasional dengan nama Persatuan Bola Voli Seluruh
Indonesia (PBVSI)
2. Mengangkat WJ Latumenten sebagai ketua masa jabatan 1955-1960.
3. Mengadakan kejuaraan nasional yangdiadakan satu tahun sekali.
Melalui organisasi inilah kegiatan bola voli nasional dikoordinasikan untuk mengikuti kegiatan internasional. Indonesia telah mengikuti kejuaraan bola voli internasional seperti Asian Games, Sea Games, dsb.
sejarah baru bagi bangsa Indonesia yaitu pada Agustus 1996,untuk kali pertama tim bola voli Indonesia mengikuti pertandingan Olimpiade di Atlanta, AS. Meskipun hasil yang dicapai belum menggembirakan, tetapi kita bangga karena tidak semua negara dapat ikut serta pada pertandingan olimpiade tersebut. Keikut sertaan suatu negara harus melalui proses seleksi yang panjang dan perjuangan yang berat.
Permainan bola voli di Indonesia sudah dikenal sejak 1928. Diyakini bahwa permainan bola voli untuk kali pertama dibawa oleh guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan (HBS dan AMS). Namun pada waktu itu permainan bola voli belum populer di kalangan masyarakat. Pada zaman penjajahan, tentara Jepang juga banyak memberikan andil dalam memperkenalkan permainan bola voli kepada masyarakat.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, banyak bekas tentara angkatan perang Belanda yang menggabungkan diri ke dalam Kesatuan Tentara Republik Indonesia. Melalui merekalah Tentara Nasional Indonesia(TNI) ikut mempopulerkan permainan bola voli ke masyarakat.
Sejak PON II di Jakarta pada 1951 sampai sekarang, bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada 22 Januari 1955 di Jakarta diresmikan berdiri
nya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Pada waktu itu ditunjuk WJ Latumenten sebagai formatur untuk menyusun pengurus.
PBVSI disahkan oleh KOI (Komite Olahraga Indonesia) pada Maret 1955 sebagai induk organisasi bola voli tertinggi di Indonesia. Konggres pertama PBVSI dilaksanakan di Jakarta pada 28 - 30 Mei 1955. Pada konggres yang pertama itu dihadiri oleh 20 Persatuan Kota yang menggabungkan diri ke dalam PBVSI. Pada tahun itu pula PBVSI mendapat pengesahan sementara induk organisasi bola voli internasional (IVF) di Paris.
Perkembangan permainan bola voli di Indonesia semakin pesat terutama sejak persiapan menghadapi Asian Games IV dan Ganefo I di Jakarta. Hal ini terbukti dengan banyaknya klub bola voli dan kota besar sampai ke pelosok desa yang bermunculan. Pertandingan dan kejuaraan bola voli selalu diadakan pada setiap hari besar nasional. Pertandingan bola voli tingkat nasional kali pertama diadakan pada PON II di Jakarta, namun organisasi perbolavolian belum terbentuk.
Organisasi bola voli Indonesia terbentuk atas prakarsa Ikatan Bola Voli Surabaya (IBVOS) dan Persatuan Voli Indonesia Jakarta (PERVID). Mereka mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh olahraga yang salahsatu diantaranya adalah Dr. Aziz Saleh di Stadion Ikada pada 1954.
Pada 22 Januari 1955, formatur mengundang beberapa tokoh olahraga bola voli untuk mengadakan rapat menyusun pengurus dan organisasi bola voli Indonesia di Stadion Ikada. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa keputusan sbb:
1. Terbentuknya organisasi bola voli nasional dengan nama Persatuan Bola Voli Seluruh
Indonesia (PBVSI)
2. Mengangkat WJ Latumenten sebagai ketua masa jabatan 1955-1960.
3. Mengadakan kejuaraan nasional yangdiadakan satu tahun sekali.
Melalui organisasi inilah kegiatan bola voli nasional dikoordinasikan untuk mengikuti kegiatan internasional. Indonesia telah mengikuti kejuaraan bola voli internasional seperti Asian Games, Sea Games, dsb.
sejarah baru bagi bangsa Indonesia yaitu pada Agustus 1996,untuk kali pertama tim bola voli Indonesia mengikuti pertandingan Olimpiade di Atlanta, AS. Meskipun hasil yang dicapai belum menggembirakan, tetapi kita bangga karena tidak semua negara dapat ikut serta pada pertandingan olimpiade tersebut. Keikut sertaan suatu negara harus melalui proses seleksi yang panjang dan perjuangan yang berat.
Minggu, 01 November 2009
KILAS SEJARAH BULU TANGKIS
KILAS SEJARAH BULUTANGKIS
Menurut sejarahnya, bulu tangkis berasal dari India yang disebut "Poona". Lalu permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. Pada 1873 permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shire. Oleh karena itu, permainan ini kemudian dinamakan "Badminton".
Menurut sejarahnya, bulu tangkis berasal dari India yang disebut "Poona". Lalu permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. Pada 1873 permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shire. Oleh karena itu, permainan ini kemudian dinamakan "Badminton".
Perkembangan permainan bulu tangkis di dunia diketahui sejak abad ke-17. Permainan ini sudah dimainkan di Eropa, India, dan Tiongkok. Perkembangan di Eropa yang paling menonjol adalah di Inggris, sehingga orang-orang Inggrislah yang menciptakan peraturanperaturan dalam permainan dan membentuk Persatuan Bulu Tangkis Tingkat Nasional.
Dari perkembangan di Inggris ini kemudian dicetuskan untuk membentuk Persatuan Badan Internasional Bulyu Tangkis, yang menampung kegiatan-kegiatan permainan Bulu Tangkis di dunia. Pada 5 Juli 1934 baru terbentuk IBF yaitu:"International Badminton Federation". Badan Bulu Tangkis internasional ini menyelengarakan kejuaraan beregu putra antar negara yang pertama pada 1948-1949 yang disebut kejuaraan Thomas Cup. Untuk kejuaraan beregu putri disebut Uber Cup pada 1956-1957. Selain itu pada 1989 diadakan kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yang dinamakan "Sudirman Cup".
Dari perkembangan di Inggris ini kemudian dicetuskan untuk membentuk Persatuan Badan Internasional Bulyu Tangkis, yang menampung kegiatan-kegiatan permainan Bulu Tangkis di dunia. Pada 5 Juli 1934 baru terbentuk IBF yaitu:"International Badminton Federation". Badan Bulu Tangkis internasional ini menyelengarakan kejuaraan beregu putra antar negara yang pertama pada 1948-1949 yang disebut kejuaraan Thomas Cup. Untuk kejuaraan beregu putri disebut Uber Cup pada 1956-1957. Selain itu pada 1989 diadakan kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yang dinamakan "Sudirman Cup".
Di Indonesi dibentuk induk organisasi tingkat nasional yaitu "Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia" (PBSI) pada 5 Mei 1951. Kemudian pada 1953 Indonesia menjadi anggota IBF. Bengan demikian Indonesia berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan internasional.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)